Alat-alat non konvensional dalam perkebunan kelapa sawit

  1. Stasiun Penerimaan  (Jembatan Timbang)

Jembatan timbangan digunakan sebagai alat untuk menimbang tandan buah segar yang masuk ke dalam pabrik. Semua tandan buah segar yang masuk ke dalam pabrik harus melalui jembatan timbangan untuk mengetahui bobot tandan buah segar yang akan diolah. Kapasitas jembatan timbangan kurang lebih sekitar 30 Ton dengan ukuran lantai 13 x 13 m, dilengkapi dengan alat pencatatat timbangan.Image

  • Fungsi Jembatan Timbang

Secara umum Jembatan timbang di pabrik kelapa sawit memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Menimbang  bahan baku proses yaitu TBS (Tandan Buah Segar) yang diterima dari kebun atau pemasok lainnya untuk diproses di pabrik.
  2. Menimbang produksi minyak sawit (CPO) dan palm kernel (PK) yang akan dikirim kepada pihak pembeli.
  3. Menimbang hasil sampingan yang dihasilkan seperti solid, empty bunch atau kompos yang akan dikirim ke estate (kebun).

Menimbang material lainnya yang dianggap perlu untuk kepentingan pabrik dan perusahaan.

2.  Station Loading Ramp

      Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages). Umumnya Loading Ramp terdiri dari dua sisi dengan 12 pintu dengan masing-masing berkapasitas 15 ton kemampuan penampungan ± 360 ton Tandan Buah Segar. Areal lantai Loading Ramp berukuran semua seluas 40 m x 22 m dua sisi dapat menampung 400 ton Tandan Buah Segar masing-masing sisi sehinggah total daya tampung tersedia ± 1200 ton Tandan Buah Segar atau sama dengan 20 jam produksi.

  • Mesin dan peralatan penunjang stasiun loading ramp.
  1. Lori (Cages)

Lori (Cages) terbuat dari Plate yang berukuran 4 – 6 meter, lori digunakan sebagai tempat tandan buah segar yang akan diolah (direbus dalam sterilizer). Lori mempunyai 4 buah roda yang terbuat dari besi padu yang dilengkapi dengan Bushing yang terbuat dari tembaga untuk menghindari agar shaft lori tidak cepat aus (rusak) akibat gesekan. Kapasitas lori berbeda-beda yakni 2.5 ton, 3.75 ton per lori sampai 10 ton mengikuti kapasitas olah pabrik.

  1. 2.      Cylinder Hydraulic

Cylinder bekerja atas dasar tekanan oil yang diaturkan oleh pompa Hydraulic, sistem dirancang sedemikian rupa agar mudah dioperasikan.

  1. 3.      Capstand & bollard

Berfungsi untuk menarik dan mendorong lori kosong dari tippler ke loading ramp serta menarik dan mengeluarkan lori berisi TBS dari transfer carriage dan diteruskan menuju stasiun sterilizier. Capstand dilengkapi dengan tali manila maupun wire rope yang di pasangankan dengan bollard.

  1. 4.      Transfer carriage 

Berfungsi untuk memindahkan lori yang berisi TBS dari lintasan loading ramp menuju lintas rel sterilizier yang ingin dituju.

3. Treshing Station

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher. Thresher ini berupa drum silinder panjang yang berputar secara horizontal dengan kecepatan putar 21 rpm. Drum dirancang dengan kisi–kisi yang berfungsi untuk meloloskan berondolan. Thresher ini berkapasitas 30 ton/jam.

Stasiun Threshing terdiri dari beberapa bagian alat atau mesin dan dalam proses pengoperasiannya sangat berkaitan satu sama lain. Maksud dan tujuan desain dari pada stasiun ini adalah sebagai berikut :

  • Untuk melepaskan buah (tandan buah segar yang sudah direbus) dengan tandannya dengan sistem bantingan.
  • Untuk menjaga kestabilan atau pemerataan secara kontinu agar kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar dapat tercapai sesuai desain pabrik dengan pengoperasian hoist cycle, rpm auto feeder maupun supervisi yang benar.
  • Menjaga oil loss maupun kernel loss seoptimal mungkin agar berada dibawah target atau parameter yang sudah disepakati perusahaan.

Hasil proses pada stasiun ini adalah memisahkan brondolan (cook fruitless) dari tandannya dengan cara beberapa kali bantingan pada drum thresher.

  • Mesin dan peralatan penunjang stasiun treshing :
  1. Hoist Crane

Hoist crane adalah pesawat angkat yang digunakan untuk memindahkan lori yang berisi cook fruit bunch ke hopper thresher. Kapasitas/berat angkat alat ini ± 5 ton untuk setiap hoist crane. Biasanya jumlah hoist crane yang tersedia untuk Pabrik Kelapa Sawit 30 ton/jam ada 2 unit (1 unit beroperasi) dan untuk Pabrik Kelapa Sawit 60 ton/jam dipasang 3 unit (2 unit beroperasi).

  1. Hopper

Hopper merupakan tempat penuangan cook fruit bunch yang dilakukan oleh operator hoist crane. Alat ini bukanlah sebagai tempat penimbunan cook fruit bunch melainkan untuk menjaga kontinuitas umpan secara baik ke unit auto feeder. Kapasitas daya tampung hopper sebaiknya tidak lebih dari 1 lori.

  1. Sistem Tippler

Tippler adalah pengganti hoist crane untuk membalikkan lori, namun kapasitas lori yang digunakan pada sistem ini antara 5 ton sampai 10 ton Tandan Buah Segar. Guna pembalikan ini adalah untuk menuangkan lori agar cook fruit bunch diangkut dengan cook fruit bunch scraper menuju atas drum thresher. Kemudian diumpankan langsung drum stripper.

  1. Thresher

Thresher merupakan tujuan utama pada stasiun ini, yakni proses pembrondolan cook fruit bunch. Secara bantingan,  dimana cook fruitless dibawa ke stasiun press dan janjangan kosongnya dibawa keluar Pabrik Kelapa Sawit (empty bunch area).

  1. Below Thresher Conveyor

Below Thresher Conveyor berfungsi sebagai penampung sekaligus pembawa cook fruitless hasil pemipilan dari drum thresher. Pada umumnya alat ini selalu tepat simetris di bawah drum dan bersatu dengan body thresher.

  1. Bunch Crusher

Bunch Crusher adalah alat pelengkap untuk membantu menyempurnakan pemipilan cook fruit bunch setelah janjangan keluar dari drum stripper.

Jadi, alat ini bekerja untuk  mengantisipasi kerugian oil loss maupun kernel loss pada janjangan.

4. Station Digester and Press

Station Digesting and Press (Pengadukan dan Pengempaan) adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah (fruit) dengan jalan melumat dan mengempa. 

  • Digester

Digester merupakan satu mesin pengadukan brondolan untuk memisahkan fibre dari nut dan melepaskan minyak dari “Oil Bearing Cells”.  Digester atau bejana pengaduk dilengkapi dengan lengan pengaduk (long and short arms) yang berfungsi untuk merajang buah, sehingga terjadi pelepasan pericarp dan biji sambil pemecahan kantong-kantong minyak. 

Fungsi Digester :

  • Melepaskan sel-sel minyak dari pericarp dengan cara mencabik dan mengaduk.
  • Memisahkan pericarp dan nut.
  • Menghomogenkan massa brondolan sebelum diumpan ke press.
  • Menaikkan dan mempertahankan temperatur brondolan pada suhu antara 90 – 95 oC.
  • Mengalirkan minyak yang timbul dalam digester akibat adanya proses digestion.
  • Press (Screw Press)

Alat yang digunakan untuk memisahkan minyak dari daging buah. Terdapat 2 tipe mesin press yang digunakan dalam pabrik kelapa sawit, antara lain :

  1. Batch press
    Dalam batch press materi/bahan ditekan dengan menggunakan logam plunger.
  2.   Screw press

Alat pengepress jenis ini memanfaatkan putaran dari  double screw press dan screw press cage untuk mengekstraksi minyak keluar dari gumpalan fibre yang telah dilumatkan di digester.

5. Alat Pemindah Bahan (Elevator dan Conveyor)

Penggunaan alat pemindah bahan pada pabrik kelapa sawit merupakan bagian yang sangat berperan penting pada keberlangsungan pengolahan TBS hingga menjadi minyak.

Ada 2 jenis penggunaan alat pemindahan bahan pada PKS yaitu :

  1. Elevator : merupakan alat pemindah bahan yang dilengkapi dengan bucket dan penggunaannya untuk memindahkan bahan yang letak pemindahannya memerlukan arah vertical (atas ke bawah atau sebaliknya).
  2. Conveyor merupakan alat pemindahan yang terdiri dari beberapa macam jenis antara lain : scrapper, belt, srew. Yang digunakan untuk memindahkan bahan dengan daerah lintasan horizontal, inklinasi, maupun kombinasi.

 

6. Sludge Tank (Pengolahan Sludge) 

Sludge Tank berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sludge untuk melanjutkan proses pengolahan selanjutnya. Sludge yang berada dalam sludge tank mendapat pemanasan dengan menggunakan pipa uap tertutup agar minyak tidak guncang, karena pemanasan yang tinggi akan dapat memisahkan minyak yang terikat dengan lumpur, oleh karena itu suhu dalam sludge tank dipertahankan 90 – 100 0C.

 

7. Vibrating screen (Saringan Getar)

Vibrating screen berguna untuk  memisahkan non oil solid (NOS) yang terdiri dari sampah, serat fiber yang berukuran besar serta pasir yang terikut bersama crude oil karena tidak terendapkan di sand trap tank.

Fraksi yang dipisahkan pada alat ini ada 2 (dua) komponen, yaitu :

  1. Pasir dan tanah yang berasal dari panenan yang terikut bersama buah. Umumnya pabrik telah memiliki sand trap tank untuk mengendapkan partikel-partikel yang mempunyai berat jenis lebih besar dari satu (SG > 1,0). Oleh karena itu waktu pengendapan (retention time) sangat singkat, maka tidak seluruhnya pasir atau gumpalan tanah dapat terpisahkan, hal ini akan dilanjutkan pemisahannya pada vibrating screen.
  2. Serat atau ampas yang terikut dalam minyak dipisahkan dengan maksud agar kadar kotoran minyak sesuai dengan standard kualitas.

8. Crude Oil Tank (Tangki Minyak Crude)

Crude Oil Tank merupakan tangki pengendap crude oil yang berasal dari vibrating screen dan pemisah pasir atau non oil solid. Crude oil tank (COT) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel yang tidak larut dan masih lolos dari vibrating screen. Fungsi utama COT adalah menampung minyak dari vibrating screen sebelum dipompakan ke CST. Pengoperasian COT menerima cairan dari alat pengolah lain akan menyebabkan penurunan retention time cairan dalam alat tersebut dan dapat menyebabkan goncangan dan turbulensi akibat aliran cairan yang masuk pada saat proses pengendapan dan akan menyebabkan efektivitas pemisahan minyak dengan lumpur semakin berkurang. Oleh karena itu penggunaan COT seharusnya hanyalah untuk menampung minyak dari oil gutter.

9. Sterilizer (Alat Perebusan)

Strelizier merupakan salah satu alat pengolahan buah kelapa sawit yang memanfaatkan tekanan steam (uap panas) dari ex-turbin untuk merebus tandan buah segar dalam suatu bejana bertekanan.

Fungsi dan Tujuan :

  • Me-non-aktifkan enzim-enzim lipase yang dapat menyebabkan kenaikan FFA (Free Fatty Acid).
  • Melunakkan brondolan untuk memudahkan pelepasan/pemisahan daging buah dan biji sawit (nut) di Digester.
  • Memudahkan proses pemisahan molekul-molekul minyak dari daging buah (Stasiun Press) dan mempercepat proses pemurnian minyak (Stasiun Klarifikasi).
  • Mengurangi kadar air inti sawit (kernel) sampai < 20% sehingga meningkatkan efisiensi pemecahan biji sawit (nut).

Sumber :

Pahan Iyung. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sunarko. 2009. Budi Daya dan Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dengan Sistem Kemitraan. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

_______2007. Budi Daya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

Fauzi Yan. 2002. Kelapa Sawit Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Adha Panca Wardhanu. 2009. Mesin Kelapa Sawit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s